Minggu, 09 Juni 2013

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 19: Apakah Mat Kontradiktif? (Tanggapan utk P Handarto C)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_1807.html


Di dunia ini tidak ada yang namanya absolud. Yang menjadi absolud hanyalah pencipta kita yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga dengan matematika, matematika juga bukan hal yang konsisten. Persepsisetiap orang bisa berbeda menganai matematika itu sendiri.

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 18: Apakah Mat Kontradiktif (Tanggapan utk Ibu Kriswianti)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5664.html


Mitos adalah segala sesuatu yang tidak ada pembuktian dan penjelasannya. Begitu pula dalam matematika. Jika kita tidak mampu menyelesaikan matematika dan hanya asal memberi jawaban maka itu bisa kita sebut mitos. Namun jika kita mampu memberikan pembuktian dan penjelasan dari jawaban yang kita berikan maka hal tersebutdapatlah kita sebut sebagai logos.

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 17: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Ketujuh)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5842.html


Matematika memanglah merupakan hal yang kontradiktif. Begitu banyak spekulasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan matematika. Oleh karena itu akan lebih baik jika kita mempelajari lebih dalam mengenai matematika sehingga kekontradiktifan tersebut dapat diuraikan dan diperjelas.

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian Keenam)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_6938.html


Dari Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian Keenam), kita menjadi tahu mengenai Unsur Dasar terkecil pembentuk Sistem Matematika tidak bersifat Singular, artinya karena unsur singular tidak memberikan makna apapun. Tetapi unsur singular ini merupakan pembentuk Unsur Dasar melalui penciptaan Definisi atau Aksioma. Oleh karena itu untuk menemukan apakah matematika kontradiktif, kita mengujinya pada Unsur Dasar tersebut.

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 15: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Kelima)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_2600.html


Sebagai sebuah ilmu pengetahuan dalam perkembangannya matematika memerlukan pembuktian untuk kebenaran-kebenaran yang harus dibuktikan secara nyata. Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui ekserimen. Tidak seperti ilmu lain yang dapat dibuktikan dengan cara eksperimen seperti layaknya Ilmu Pengetahuan Alam dan lain sebagainya.

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 14: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Keempat)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_7772.html


Terdapat dua prinsip hakekat atau prinsip Ontologis, yaitu prinsip identitas dan prinsip kontradiksi. Dari pernyataan ini dapat diambil kesimpulan bahwa Hakekat Kontradiksi dalam Dunia Hakekat itu berbeda dengan Hakekat Kontradiksi pada Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu (mengalami ekstensi).